NERACA PEMBAYARAN INTERNASIONAL
Neraca pembayaran internasional (Balance of
Payment) merupakan catatan yang tersusun secara sistematis mengenai seluruh
transaksi ekonomi internasional yang dilakukan penduduk suatu negara itu dengan
penduduk negara lain dalam jangka waktu tertentu, biasanya 1 tahun. Pengertian
penduduk di dalam suatu neraca pembayaran internasional meliputi orang
perorangan, badan hukum, dan pemerintah.
Transaksi ekonomi internasional yang dicatat dalam
neraca pembayaran internasional dapat digolongkan menjadi dua yaitu transaksi
debit dan kredit. Transaksi debit adalah transaksi yang menimbulkan kewajiban
bagi penduduk suatu negara untuk melakukan pembayaran kepada penduduk negara lain,
sedangkan transaksi kredit adalah transaksi yang menimbulkan hak bagi penduduk
suatu negara untuk menerima pembayaran dari penduduk negara lain.
Necara pembayaran memiliki dua sisi, yaitu kredit
dan debit.
1) Transaksi debit, adalah transaksi yang
mengakibatkan bertambahnya kewajiban bagi penduduk negara yang mempunyai neraca
pembayaran tersebut untuk mengadakan pembayaran kepada penduduk negara lain.
Contoh: Indonesia membeli jasa dari Malaysia, maka transaksi tersebut
menimbulkan kewajiban untuk mengadakan pembayaran kepada Malaysia, sehingga
transaksi jasa tersebut merupakan transaksi debit yang dicatat dalam neraca
pembayaran dengan tanda minus (–).
2) Transaksi kredit, adalah transaksi yang
mengakibatkan timbul atau bertambahnya hak bagi penduduk negara yang mempunyai
neraca pembayaran tersebut untuk menerima pembayaran dari negara lain. Contoh:
Indonesia menjual jasa ke Malaysia, maka transaksi tersebut menimbulkan hak
untuk menerima pembayaran dari Malaysia, maka transaksi tersebut merupakan
transaksi kredit yang dicatat dalam neraca pembayaran dengan tanda positif (+).
http://www.zonasiswa.com/2015/01/neraca-pembayaran-pengertian-komponen.html
Fungsi Neraca Pembayaran
Neraca
pembayaran sangat penting dan perlu dibuat oleh suatu negara. Fungsi
neraca pembayaran internasional antara lain sebagai berikut.
- Sebagai alat pembukuan agar pemerintah dapat mengambil keputusan yang tepat, mengenai jumlah barang dan jasa yang sebaiknya keluar atau masuk dalam batas wilayah suatu negara serta untuk mendapatkan keterangan-keterangan mengenai anggaran alat-alat pembayaran luar negerinya.
- Sebagai alat untuk mengukur kondisi ekonomi yang terkait dengan perdagangan internasional dari suatu negara. Sebagai alat untuk melihat gambaran pengaruh transaksi luar negeri terhadap pendapatan nasional negara yang bersangkutan.
- Sebagai alat untuk memperoleh informasi rinci terkait dengan perdagangan luar negeri.
- Sebagai alat untuk membandingkan pos-pos dalam neraca pembayaran negara tersebut dengan negara tertentu.
- Sebagai alat kebijakan moneter yang akan dilaksanakan oleh suatu negara
http://www.zonasiswa.com/2015/01/neraca-pembayaran-pengertian-komponen.html
Tujuan Neraca Pembayaran
Penyusunan neraca pembayaran mempunyai beberapa tujuan, diantaranya sebagai berikut:
- Sebagai bahan keterangan kepada pemerintah mengenai posisi internasional negara yang bersangkutan.
- Sebagai bahan bagi pemerintah dalam mengambil keputusan dibidang pilitik perdagangan dari urusan pembayarannya.
- Sebagai bahan untuk membantu pemerintah dalam mengambil keputusan di bidang politik moneter dan fiskal.
- Untuk memberitahukan kepada pemerintah dan siapa saja yang membutuhkan atau berkepentingan mengenai posisi internasional dari negara yang bersangkutan secara keseluruhan.
- Sebagai bahan pertimbnagan bagi pemerintah untuk
mengetahui pengaruh hubungan ekonomi internasional terhadap pendapatan
nasional.
https://khairunnisafathin.wordpress.com/2011/03/10/neraca-pembayaran/
Perdagangan Antar 2 Negara yang Tidak Seimbang
Apabila terjadinya hubungan perdagangan antar 2
negara yang tidak seimbang,menurut saya
artinya yaitu Negara 1 selalu mengalami surplus neraca perdagangan
berarti Negara tersebut dapat dikatakan berhasil pada perdagangannya mengapa
demikian, ya karena menurut sy jika jumlah penerimaan lebih besar dari pada
jumlah pembayaran/ utang (transaksi kredit> transaksi debet). Apabila bop
surplus, bank sentral dapat membayar utang luar negerinya atau memperoleh aset
cadangan tambahan dari luar negeri.
Dampak suatu Negara mengalami Surplus neraca pembayaran adalah Secara
ekonomi neraca pembayaran yang surplus akan berpengaruh terhadap tingkat harga
dalam negeri, yaitu mempunyai pengaruh inflatoir mendorong atau menjurus ke
arah kenaikan harga atau disebut juga inflasi.dan Hal ini disebabkan oleh adanya penambahan
permintaan efektif.
Sedangkan apabila Negara 1 nya mengalami defisit
transaksi perdagangan berarti Negara tersebut belum dikatakan berhasil pada
perdagangannya karena jumlah pembayaran lebih besar daripada jumlah penerimaan
(transaksi kredit < transaksi debet). Suatu Negara jika mengalami kelebihan
impor dan kelebihan tersebut ditutup dengan menambah pinjaman akomodatif dan
mengurangi cadangan nasional maka Negara tersebut sedang mengalami defisit
total. Pembayaran defisit dapat juga dilakukan dengan meminjam dari bank
sentral luar negeri. Dampak dari suatu Negara mengalami Defisit transaksi perdagangan adalah Produsen
dalam negeri tidak dapat bersaing dengan barang-barang impor, Pendapatan Negara
sedikit, sehingga utang Negara bertambah besar, Perusahaan banyak yang gulung
tikar, sehingga pengangguran meningkat akibat dari PHK.
Ketiga dampak di atas disebut pengaruh deflatoir
yang mendorong atau menjurus ke arah penurunan harga (deflasi).https://yulindaa.wordpress.com/2012/06/01/neraca-perdagangan-internasional-tulisan-softskill-akuntansi-internasional/
Komentar
Posting Komentar